Pelajaran yang bisa dilewatkan

Sisa pelajaran per semester

(Temasuk tes-tes)

Bahasa 1A (edisi 2/3)

9, 18, 26, 36, 39, 45, 47, 61, 66, 81, 89, 90, 91, 92 (Kalau semua anak-anak sudah

hafal huruf-huruf dari TK dan bisa baca suku kata, guru bisa satukan beberapa pelajaran menjadi 1.)

83
Bahasa 1B (edisi 2):

112, 113, 114, 115, 116, 117, 118, 123, 136, 137, 138, 145, 152, 153, 154, 155,

156, 166, 167, 168, 173, 178, 184, 185, 193

72
Bahasa 2A (edisi 2):
2, 6, 12, 16, 24, 27, 34, 37, 43, 49 ,53, 59, 63, 68, 73, 78, 85, 95
82
Bahasa 2B (edisi 2):
101, 111, 126, 136, 141, 148, 151, 158, 161, 166, 168, 171, 176, 178, 185, 188, 192
83
Bahasa 3A:

Maaf, kami tidak merekomendasikan untuk menghapus pelajaran secara total.

Menurut kami lebih baik melewatkan suatu topik dalam sebuah RPP sesuai

keberadaan kelas. Ini memungkinkan Anda untuk kadang-kadang

menggabungkan 2 RPP dalam satu hari, supaya guru tetap bisa

menghematkan waktu sesuai kebutuhan.


Bahasa 3B:


Maaf, kami tidak merekomendasikan untuk menghapus pelajaran secara total.

Menurut kami lebih baik melewatkan suatu topik dalam sebuah RPP sesuai

keberadaan kelas. Ini memungkinkan Anda untuk kadang-kadang

menggabungkan 2 RPP dalam satu hari, supaya guru tetap bisa

menghematkan waktu sesuai kebutuhan.



Copyright 2013. Buku Paket Kontekstual Papua. All rights reserved.



Pelajaran yang mungkin bisa dilewatkan (Tergantung kemampuan siswa-siswi)
Sisa pelajaran per semester (Termasuk tes-tes)
Matematika 1A (Edisi2):
37, 47, 56, 57, 76, 79, 84, 87, 92, 97
90
Matematika 1B (Edisi 2):
103, 107 (kecuali lembar 107B), 114, 116, 119, 132, 139, 142, 145, 147, 157, 159, 162, 169, 178, 179, 182, 184, 188, 194
80
Matematika 2A (edisi 2):
13, 14, 15, 16, 17, 18, 24, 25, 29, 34, 35, 36, 44, 45, 52, 54, 58, 59, 61, 62, 63, 66, 71, 75, 76, 79, 81, 84, 91, 92, 94
69
Matematika 2B (edisi 2):
107, 109, 111, 114, 115, 116, 119, 121, 146, 148, 154, 155, 156, 158, 168, 176, 178, 181, 188, 189, 190, 191, 192
79
Matematika 3A:
8, 13, 18, 24, 25, 32, 37, 43, 46, 47, 54, 57, 65, 68, 74, 78, 81, 85, 88, 89
75
Matematika 3B:
116, 119, 122, 128, 133, 135, 138, 145, 149, 156, 164, 169, 175, 177, 183
80


Bagaimana kami bisa menghubungi tim BPKP?
Lewat Facebook atau lewat formulir kontak yang ada di website kami.

Apakah saya bisa ikut pelatihan?
Semoga kita akan bertemu di sebuah pelatihan. Kalau kita belum bertemu, silakan nonton 8 klip pelatihan online kami.
 
Apakah saya boleh print buku sendiri?
Kami ingin memberkati Papua dengan pengetahuan ini. Silahkan print buku-buku ini untuk proses belajar-mengajar di kelas Bapak/Ibu sendiri. Jika Anda ingin mencetak buku ini dalam skala besar, kami mohon Anda dapat menghubungi kami. Pemerintah dan LSM di Papua tidak perlu membayar kami untuk ijin percetakan buku ini, tetapi kami ingin memonitor apa yang terjadi. Kami juga ingin terhibur dengan penyebaran yang lebih luas, tetapi walaupun softcopy ada di internet, kami tetap pemegang hak cipta ;)

Mengapa pelajaran Matematika dan Bahasa perlu diajar setiap hari?
Anak-anak di kelas kecil perlu pengulangan yang cukup untuk bisa mengingat pokok pelajaran dan mencapai tingkat pengertian. Di luar negeri anak-anak menerima jam matematika dan bahasa lebih daripada di Indonesia. Supaya kita tidak ketinggalan, BPKP juga mengikuti trend itu.

Berapa waktu yang dibutuhkan per hari untuk belajar Bahasa dan Matematika?
Pelajaran di Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) memerlukan waktu sebanyak 70 menit. Ini karena satu jam pelajaran menurut aturan pemerintah 35 menit. Tergantung keadaan kelas, satu pelajaran terkadang memerlukan waktu lebih sedikit.

Apakah anak harus ikut TK dulu?
Sebaiknya ikut TK dulu.TK adalah umur emas untuk belajar.Tetapi menurut standar nasional anak-anak hanya diperkenalkan dengan huruf-huruf di TK, bukan belajar membaca. Di buku Bahasa Indonesia 1A kami mengajarkan anak membaca dan menulis secara terstruktur.

Apakah anak harus tahu bahasa Indonesia sebelum masuk sekolah?
Tidak, di sekolah guru bisa mengajarkan bahasa Indonesia. Anak-anak perlu tahu bahasa Indonesia secara lisan dulu, sebelum guru bisa mengajarkan membaca. Menurut penelitian, tetap lebih baik anak-anak kelas 1 belajar membaca dalam bahasa ibu. Kalau ada program seperti itu, sebaiknya digunakan di kelas 1.

Bahasa di BPKP kelas 1 kurang baku, mengapa begitu?
Kadang kami mendengar ada pemikiran bahwa BPKP cocok untuk anak-anak di daerah terpencil karena menggunakan bahasa yang kurang baku. Hal ini tidak benar, bahasa yang digunakan memang sengaja “disederhanakan”, karena kami menjangkau banyak anak (kelas 1 SD), maupun guru, yang sehari-hari menggunakan bahasa ibu, bukan bahasa Indonesia. Namun, di kelas 3 bahasa di buku siswa sudah baku.

Satu alasan lain adalah bahwa anak-anak belajar membaca akan lebih mudah dengan kata-kata yang sederhana. Seperti membaca kata ‘memperkenalkan’… ini terlalu panjang. Di kelas satu kata dengan 4 huruf sudah cukup panjang.

Walaupun demikian ISI pelajaran TIDAK sederhana. Kami memperhatikan hal tersebut pada saat pelatihan. Sebagian peserta mengalami kesulitan cukup besar karena ada konsep bahasa/matematika  yang guru belum tahu pada saat ia menjadi murid (dari guru belajar waktu kecil sendiri). Guru-guru harus benar-benar mempersiapkan diri. Ini juga memerlukan kemampuan membaca yang lumayan baik dari sisi comprehension.

Apakah tulisan 1A di kover berarti ‘kelas 1A’
Kalau mau mengikuti perkembangan Kompetensi Nasional itu betul, tetapi menurut kami seorang guru harus mengejar pengertian, bukan ‘kejar waktu’ atau ‘menghabiskan buku’.Tergantung keadaan sekolah. Ini bisa berarti bahwa bahan BPKP kelas 1 tidak habis dalam satu tahun ajaran. Kalau begitu guru kelas 2 perlu menyelesaikan buku kelas 1 terlebih dahulu sebelum lanjut dengan buku kelas 2. Dan itu berarti, bisa jadi buku kelas 3B baru bisa dipakai di kelas 5.

Apakah ada RPP yang bisa dilewatkan?
Sekali lagi, kita ‘kejar pengertian’, bukan ‘menghabiskan buku’, tetapi seandainya  anak-anak anda sangat terampil, memang ada RPP yang bisa dilewatkan karena tidak setiap pelajaran sama penting.  Ini daftar RPP per panduan yang bisa dilewatkan, supaya jumlah pelajaran per tahun berkurang kalau itu perlu untuk hari efektif sekolah. Masukan kami: Hanya lakukan itu kalau anak-anak sudah benar mengerti dengan mantap, jangan melewatkan bahan dengan alasan untuk menghemat waktu. Lebih penting ‘lambat dan mengerti’ daripada ‘tepat waktu tapi tidak mengerti’.

Sebenarnya, kami tidak merekomendasikan untuk melewatkan sebuah RPP secara total. Menurut kami lebih baik  guru melewatkan suatu topik dalam sebuah RPP sesuai kemampuan anak-anak. Ini juga bisa memungkinkan guru untuk kadang-kadang menggabungkan 2 RPP dalam satu hari, supaya guru tetap bisa mengatur waktu sesuai kebutuhan.


Pelajaran Matematika yang mungkin bisa dilewatkan.

Pelajaran Matematika kelas 1-3 yang mungkin bisa dilewatkan



 












 


Pelajaran Bahasa Indonesia yang mungkin bisa dilewatkan.




















 



Di pelajaran yang bisa dilewatkan terkadang ada permainan dan Dinding Bahasa/Matematika. Guru boleh lihat apakah ada waktu untuk tetap melaksanakan kegiatan tersebut.
Kalau ada pelajaran yang dilewatkan, itu tidak selalu berarti bahwa jumlah pelajaran berkurang, karena kadang banyak anak yang gagal untuk sebuah topik/tes, kalau itu terjadi itu berarti bahwa bahan itu harus diulang. Pengulangan tersebut pastilah perlu hari belajar.

Apa yang dimaksud dengan buku tes?
Setiap pelajaran ke-10 adalah tes. Anda bisa mengukur perkembangan murid anda. Tiap bagian dapat penilaian tersendiri. Di buku panduan guru ada lembar registrasi. Kalau hasil cukup, guru bisa lanjut ke pelajaran berikut. Penilaian karakter sebaiknya dilakukan di lembar tersendiri supaya lembar penilaian tidak terlalu rumit dan guru bisa lihat hasil kemampuan teknis dengan cepat.

Buku Paket Kontekstual Papua